USER LOGIN

Masuk

 

 

Get Connected          RSS  

hut-himatro.jpg

'Manjadda Wajada'

 

rahmat-aulani.jpgTahun 2016 merupakan tahun ketiga aku menuntut ilmu di bumi Rafflesia. Provinsi yang sangat indah bagiku untuk memperjuangkan masa depanku dan mencari jati diri demi mengukir senyuman bangga di wajah kedua orang tuaku. Banyak sekali hal-hal yang sangat menakjubkan yang terjadi di sepanjang tahun ini hingga Agustus yang membuatku tak pernah berhenti bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Agung, Sang Pencipta.

Aku Rahmat Aulani, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Bengkulu angkatan 2013 yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Selama 3 tahun di Bengkulu, aku terus belajar, belajar dan belajar. Terutama saat melihat orang-orang hebat di sekelilingku yang selalu memompa motivasiku untuk sekedar mencicipi apa yang mereka rasakan bahkan lebih.

Rudi Setiawan, aktor yang sungguh amat berarti dalam proses penggalian potensi diri, terutama dalam bidang karya tulis ilmiah, hingga aku berhasil membawa Almamater Universitas Bengkulu menjadi teratas alias menjadi Juara Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional.

Selain itu, nama Luqman Arjasari Asa juga memiliki andil besar dalam proses perjuanganku belajar dan berlatih menguasai Bahasa Inggris. Bagiku, beliau merupakan sumber inspirasi dan motivasi yang besar, terutama untuk mewujudkan mimpiku ke luar negeri.

Masih teringat jelas di ingatanku, saat itu ketika aku masih duduk di semester 2, momen di mana aku masih terlelap dan sibuk dengan games, Kak Luqman menamparku dengan amat keras. Beliau mencoba untuk membangunkan semua orang yang masih terlelap untuk ke luar dari zona nyaman mereka dan memperjuangkan mimipi-mimpi mereka. Sehari tepat setelah beliau dinyatakan lulus Beasiswa “Global Undergraduate Exchange Program 2014” yang memberikan kesempatan kuliah di Amerika Serikat, aku langsung terbangun dan tergerak untuk kembali melatih kemamapuan bahasa inggrisku yang cuma jago di kertas saja pada saat itu.

Selama sembilan bulan aku terus berjuang meningkatkan kemampuan bahasa inggrisku demi suatu mimpi jangka panjang yaitu ingin bekerja di perusahaan asing dan bisa berkontribusi untuk bumi pertiwi, seperti apa yang dilakukan oleh motivatorku, Pak Habibie.

Perjuangan sembilan bulan itu tak lepas dari Sarjoko, beliaulah yang selalu mendidik dan terus menempahku hingga bahasa inggrisku berubah dari pasif menjadi aktif. Elemen lain yang juga tak pernah ku lupakan yaitu “The Bloody Dreamers” sebuah komunitas kecil, yang terdiri dari pemuda-pemuda gila, kami ingin mendapatan beasiswa ke luar negeri!” itulah motto, doa dan mimpi yang selalu mengalir serta menemani setiap langkah kami berlatih Bahasa Inggris. Hingga saat ini hampir 95 persen dari kami telah berhasil mewujudkan mimpi seperti ke Amerika, Australia, Korea Selatan, Jepang, China, India, Thailand dan masih banyak lagi.

Selain itu, KITA, sebuah klub Bahasa Inggris, juga merupakan bagian yang sangat krusial dalam proses berlatih Bahasa Ingris terutama untuk lebih mengenal budaya Amerika dan memahami cara berkomunikasi dengan bule secara efektif, hingga akhirnya aku dapat terpilih menjadi Tour Guide Provinsi Bengkulu.

Setelah sebelumnya menutup tahun 2015 dengan indah, dengan terpilih sebagai perwakilan Provinsi Bengkulu untuk mengikuti seleksi Duta Bahasa Tingkat Nasional, tahun 2016 datang dengan lebih banyak kejutan lagi.

Kejutan pertama ketika aku mengikuti Kegiatan Organisasi Kepemudaan di Malaysia dan Thailand. Memori yang amat sangat manis mengingat itu merupakan pertama kalinya aku berada di luar negeri, yang diakhiri di Singapura sebagai destinasi akhir.

Terlepas dari itu, kejutan yang sangat amat indah yaitu ketika aku dinyatakan lulus menjadi salah satu dari lima mahasiswa Indonesia yang mendapatkan “Beasiswa Global Undergraduate Exchange Program 2016”. Beasiswa yang sama dengan Kak Luqman raih dua tahun silam, beasiswa yang menjadi motivasi besar untuk belajar Bahasa Inggris.

Menjadi awardee dari Beasiswa ini sungguh merupakan karunia yang sangat besar yang diberikan oleh Allah, mengingat tahun lalu akun sempat gagal dan telah mencicipi banyak sekali kegagalan yang terus membuatku mencoba, belajar dan menghabiskan jatah gagalku.

Pada 12 Februari 2016, saat aku tidak sengaja membuka email di sela-sela rapat World Merit Indonesia, organisasi kepemudaan yang aku ikuti, aku mendapatkan email dari AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) untuk mengikuti proses wawancara di Jakarta. Perasaan haru, bahagia dan khawatir pun menjadi satu ketika itu karena jika saja sampai pada malam hari aku tidak memberikan konfirmasi untuk menghadiri wawancara tersebut, maka aku akan digantikan oleh peserta lain. Namun Allah punya banyak cara untuk memperlihatkan kebesaran-Nya. Alhasil aku cuma punya 5 hari untuk mempersiapkan diri dengan baik.

24 Februari 2016, masih amat jelas ketika di sela-sela waktu istirahat mengajar les privat, 'surat cinta' dari AMINEF kembali datang mengundangku kembali ke Jakarta untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu TOEFL IBT. Sekali lagi, kejutan indah kembali menghampiriku setelah ribuan pendaftar, 19 peserta terpilih ke tahapan wawancara dan mengkerucut menjadi 7 peserta di TOEFL IBT. Ini merupakan bagian yang sangat menentukan, apakah aku akan benar-benar berangkat atau tidak setelah dinyatakan sebagai Finalis beasiswa ini dari World Learning, di Washington DC.

Setelah melewati satu persatu tahapan menuju Negeri Paman Sam dan menunggu lebih dari 3 bulan, akhirnya kabar baik itu pun datang. Tepat pada tanggal 6 Juni 2016, aku bersama 4 mahasiswa Indonesia lainnya Rizka Atika (Riau), Winni (Padang), Rizka Suhani (Pontianak) dan Chiqiuta (Manado) secara resmi dinyatakan lulus untuk mendapatkan Beasiswa Global Undergraduate Exchange Program 2016. Saginaw Valley State University menjadi host university-ku. Perasaa bahagia, haru, dan sedikit tak percaya menjadi satu ketika itu meningat beberapa tahun lalu beasiswa inilah yang membuatku kembali tergerak untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris dan pada akhrinya aku juga meraih beasiswa ini.

Tiada hal yang kebetulan memang, pada akhirnya Allah akan mendengar doa-doa orang yang sedang berjuang, dan kembali Ia membuktikan bahwa tiada hal yang mustahil selagi kita terus berusaha. Ia takkan pernah tidur. Seorang pemenang adalah dia yang di saat kalah dan gagal, tidak pernah meyerah melainkan menjadi pemacu semangat untuk melihat sebuah kemenangan besar yang akan segera tiba.

“MANJADDA WAJADA”

Saginaw, Amerika Serikat, 27 August 2016

 

isuzu cikarang isuzu cikarang bekasi jakarta isuzu giga isuzu giga isuzu giga isuzu elf isuzu panther Dealer Isuzu Bekasi Cibitung Cikarang isuzu elf isuzu giga elf sparepart isuzu kredit isuzu harga isuzu promo isuzu dealer isuzu isuzu isuzu mobil isuzu bekasi isuzu online isuzu kita promo isuzu promo isuzu isuzu giga isuzu panther isuzu elf paket umroh Resep Masakan Resep Masakan